.:: MARI KITA SUKSESKAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2015 ::.
Tak Boleh Ada Suap Menyuap Dalam Rekrutmen KPU

06 Mei 2013 - 08:35:17 WITA
ADMINISTRATOR | BERITA KPU PROVINSI SULUT | dibaca: 399 kali

Ketua KPU Husni Kamil Manik di sela-sela acara penandatanganan nota kesepahaman KPU dengan LPP RRI dan TVRI di Provinsi Jambi, menyempatkan diri berkunjung ke redaksi koran Jambi Independent.


Husni datang bersama jajaran KPU Jambi diterima oleh Pemimpin Redaksi Jambi Independen Paisal Kumar, redaktur pelaksana M Surtan dan jajaran awak redaksi lainnya. Dalam diskusi yang dipandu Paisal Kumar itu, Husni berharap dunia pers memberikan suasana yang kondusif bagi penyelenggaraan pemilu 2014.


“Pers kami harapkan proporsional dalam menampilkan berita-berita baik yang menyangkut penyelenggara maupun peserta pemilu dan aspirasi dari masyarakat,” ujarnya. Husni berharap pers turut mendorong penyelenggaraan pemilu yang semakin berkualitas.


Husni mengatakan pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu. Salah satunya meningkatkan kualitas penyelenggara pemilu terutama di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Karena itu, rekrutmen komisioner di tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang saat ini berlangsung harus benar-benar objektif.


“Sejak awal, kami sudah tekankan kepada tim seleksi untuk berlaku objektif, tidak meluluskan orang karena kekeluargaan, kedekatan, tetanggaan, satu kampus dan lain sebagainya. Ke depan, penyelenggara pemilu harus semakin profesional karena kerja KPU itu penuh tekanan, tantangan dan hambatan. Makanya tidak boleh ada penilaian yang subjektif,” ujarnya.


KPU kata Husni, harus mengukir prestasi dalam penyelenggaraan pemilu dan pemilukada. Karenanya, penyelenggara harus memiliki kualifikasi yang tinggi sehingga mampu menjawab semua tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemilu.


Husni juga menegaskan bahwa dalam seleksi KPU, peserta tidak dikenai pungutan dan tidak boleh ada suap menyuap. “Proses seleksinya harus bersih. Komisioner yang lulus jangan sampai punya beban psikologis terhadap orang tertentu, kelompok tertentu atau bahkan parpol tertentu. Tidak boleh ada sporship,” tegasnya.

Indikator-indikator seleksi, kata Husni, sudah dibuat secara terukur. Tes tertulis misalnya penilaiannya dilakukan secara kuantitatif. Begitu juga psikotes dan tes kesehatan, indikatornya sudah jelas mulai dari status direkomendasikan, dipertimbangkan dan tidak direkomendasikan.  (gd)




AGENDA KEGIATAN
PENGUMUMAN
Twitter KPU Prov. SULUT

Poling
Bagaimana Menurut anda Kinerja KPU SULUT?
    Sangat Baik
    Baik
    Kurang Baik
    Tidak Baik

HASIL POLLING
Statistik Pengunjung
Pengunjung hari ini : 27
Total pengunjung : 106308
Hits hari ini : 158
Total Hits : 403218
Pengunjung Online : 1
KPU KABUPATEN/KOTA